ISU YANG TAK LAGI TERBANTAHKAN
(Pemanasan Global)
“Telaah Kritis Terhadap Perubahan Iklim Global”
Fitroh_Arbin*
Beberapa tahun terakhir dunia dihadapkan dengan permasalahn lingkungan yang sangat serius. Permasalahn ini adalah pemanasan global (global warming). Permaslahan yang pada akhir decade 1970 – an hanyalah isu internasional yang diperdebatkan oleh para ilmuwan saja. Dimana masih terdapat banyak pro dan kontra tentang kemungkinan terjadinya pemanasan global, karena ketidak pastian inilah upaya untk mencegah terjadinya masalah tersebut belum mendapat perhatian serius oleh masyarakat bumi. Sikap seperti ini muncul akibat dari banyaknya para pengamat ekonomi dunia yang mengecam upaya tersebut dengan pertimbangan bahwa investasi untuk sesuatu yang belum pasti adalah tidak benar dan bahkan merugikan karena akan menyerap anggaran yamg cukup besar sekali dan akan mubazir apabila pemanasan benar – benar tidak terjadi.
Setelah sekian dasawarsa pasca kejadian tersebut, sekarang isu ini tidak lagi menjadi isu yang hanya berkembang dikalangan para ilmuwan dan para akademisi saja dimana masih dipertanyakan kebenarannya. Akan tetapi isu ini telah berubah wujud menjadi sebuah realta yang tidak lagi terbantahkan kebenarannya. Masalah ini menimbulkan dampak yang sangat luar biasa sekali bagi lingkungan, dimana ligkungan sudah tidak atau kurang sesuai lagi bagi kelansungan hidup manusia. Dalam keadaan seperti ini, kesejahteraan yang didambakan oleh setiap manusia menjadi pertanyaan besar yang sulit sekali dicari jawabannya oleh karena berbagai persoalan hidup yang dihadapi semakin kompleks.
Saat ini pemanasan global menjadi masalah internasional karena meliputi seluruh masyarakat bumi, hampir tidak satu Negara-pun di dunia ini dapat terhindar dari dampak pemanasan global. Perubahan iklm sedunia dan kenaikan suhu permukaan laut adalah salah satu dampak yang sangat mengerikan. Curah hujan yang meningkat diseluruh bumi adalah bukti bahwa iklim sudah berubah. Jadi, menjadi wajar sekali apabila bencana banjir dan tanah longsor terjadi hampir diseluruh wilayah di Indonesia beberapa tahun terakhir. Secara umum dampak yang diakibatkan pemanasan global terbagi menjadi dua bagian sebagai berikut :
a) Darat, seperti perubahan musim yang sulit diprediksi, musim penghujan yang lebih pendek dibandingkan dengan musim kemarau, perubahan pola pertanian.
b) Laut, gunung es mencair, kenaikan suhu permukaan laut, pulau – pulau kecil tenggelam.
Dampak diatas tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik bumi saja akan tetapi terhadap hal – hal lainnya seperti permasalahan di bidang ekonomi, politik maupun social budaya.
Pandangan tentang alam sebagai sumber kekayaan menyebabkan kerusakan alam sebagai lingkungan hidup. Alam dijadikan sebagai obyek eksploitasi untuk kepentingan manusia, sementara keselamatan lingkungan mereka abaikan.
Sedemikian besar dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global nampaknya menjadi PR bagi seluruh manusia untuk mengendalikan diri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperparah keadaan lingkungan. Tentunya kita sadar betul bahwa untuk mengurangi efek dari pemanasan global, setidaknya kita paham betul tentang apa sebenarnya pemanasan global dan juga hal – hal yang menjadi faktor penyebabnya.
Pemanasan global merupakan gejala naiknya suhu permukaan bumi, lautan dan atmosfer akibat dari naiknya intensitas efek rumah rumah kaca (ERK), oleh karena itu untuk memahami pemanasan global sebelumnya kita harus memahami efek rumah kaca terlebih dahulu.
Sekitar 35 % radiasi sinar matahari tidak sampai ke permukaan bumi karena diserap oleh molekul gas yang terdapat di atmosfer atas dan dipantulkan kembali ke luar angkasa. Sedang sisanya 65 % masuk ke troposfer yang kemudian diserap oleh berbagai gas tertentu sehingga yang tersisa hamya 51 % yang sampai ke permukaan bumi. Radiasi sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi sebagian diserap dan sebagian lagi dipantulkan dalam bentuk sinar infra merah. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi ini berubah dari cahaya menjadi panas. Akibatnya pada saat radiasi yang dipantulkan kembali oleh bumi tersebut tertahan oleh gas – gas ditroposfer, gas – gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi matahari tersebut ke bumi sehingga suhu permukaan bumi menjadi naik. Kenaikan suhu bumi inilah yang disebut dengan efek rumah kaca (ERK) dan gas – gas yang menyerap sinar infra merah ini disebut gas rumah kaca (GRK).
Kejadian tersebut terjadi secara berulang – ulang dalam jangka waktu yang lama sehingga permukaan bumi menjadi panas, kejadian ini dikenal dengan istilah Pemanasan Global.
Gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global ini ada lima, yang pertama yaitu karbondioksida (H2O), gas ini merupakan penumbang terbesar terjadinya pemanasan global dibandingkan gas rumah kaca yang lain yaitu sebesar 50 %. Kegiatan manusia yang menghasilkan gas ini adalah dari hasil pembakaran bahan bakar fosil (BBF) serta konsumsi energy dan industry. Sekitar 45 % dari seluruh emisi total dunia adalah disumbang oleh amerika serikat dan negara – negara eropa timur, padahal penduduk mereka hanyalah 15,6% dari jumlah populasi penduduk dunia. Jelas sekali bahwa Amerika dan negara Eropa Timur memberikan sumbangan yang lebih besar dibandingkan dengan proporsi jumlah penduduk mereka.
Yang kedua yaitu clorofluorocarbon (CFC), yang merupakan zat kimia hasil rekayasa manusia yang biasanya digunakan dalam proses industri dan kehidupan sehari – hari seperti AC, kulkas, dan lain sebagainya. Zat ini sangat besar pengaruhnya terhadap perusakan lapisan ozon. Sama halnya dengan CO2, konsumsi CFC tertinggi adalah negara – negara maju. Amerika saja mengkonsumsi hampir sepertiga konsumsi CFC sedunia, eropa timur 56 % sedang negara berkembang hanyalah 16 %.
Yang ketiga yaitu Metan, sumber emisi metan yang utama adalah rawa alam. Metan terbentuk dari metabolisme jasad renik di dasar rawa, di dalam lambung manusia dan hewan dan tumpukan sampah. Selain menjadi salah satu GRK, metan juga dapat membentuk GRK yang lain yaitu ozon melalui reaksi fotokimia.
Yang keempat yaitu N2O, sumber dari N2O adalah pembakaran biomassa dalam proses denitrifikasi dan nitrifikasi akiba penggunaan pupuk kimia buatan maupun alami, Selain itu N2O juga berasal dari konsumsi BBF.
Yang kelima yaitu Ozon (O3), ozon merupakan zat oksidan kuat, beracun dan zat pembunuh jasad renik yang kuat pula. Ozon yang dibicarakan pada bahasan ini adalah buruk yang terdapat di troposfer yang terjadi akibat dari fotokimia dari berbagai zat pencemar udara.
Pengendalian Pemanasan Global
Beberapa pakar berpendapat bahwa sejak dekade 80-an dunia sudah memasuki masa pemanasan global, karena seratus tahun terakhir terpanas bumi masuk pada dekade tersebut. Jika kecenderungan kadar CO2 saat sekarang terus berlanjut sama dengan pada dekade tersebut maka pada tahun 2030 suhu bumi akan meningkat dan planet bumi akan mengalami masa paling pana selama dua juta tahun terakhir. Jika hal itu benar – benar terjadi apa yang akan kita lakukan dan siapa yang bertanggung jawab..??
Pada hakikatnya sesuatu yang dilakukan atau yang sedang didiskusikan sekarang tidak dapat mencegah terjadinya pemanasan global di masa mendatang, hanya saja sekarang kita dituntut untuk bisa mengatasi efek yang timbul sambil melakkukan langkah – langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa mendatang. Penggunaan GRK yang berlebihan harus ditekan sedemikian rupa agar emisi tidak terus bertambah. Mungkin hal inilah yang diharapkan oleh seluruh masyarakat dunia terhadap mereka – mereka yang terlibat langsung dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNCCC) yang diadakan di Copenhagen, Denmark.
Akan tetapi sebagus apapun hasil dari konferensi tersebut jika penanaman kesadaran ekologis terhadap masyarakat tidak dilakukan, hasil konferensi tidak akan berbanding lurus dengan keadaan yang tercipta. Perlu disadari bahwa pemanasan global merupakan masalah internasional, oleh karena itu penanganan-nyapun harus dilakuakan oleh seluruh warga bumi tanpa terkecuali dan tanpa harus mempermasalahkan siapa dan negara mana yang melakukan tindakan salah yang memicu terjadinya pemanasan global.
* Penulis adalah aktivis HMI Cabang Jember Komisariat Ibnu Khaldun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar